BEKASI – Sebanyak 610 pesilat putri dari enam kecamatan di Kota Bekasi mengikuti Pasanggiri Putri PERSINAS ASAD Kota Bekasi, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Kanzul Mubaarok, Jatiasih, ini menjadi ajang mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan kemampuan bela diri para pesilat.
Ratusan peserta tersebut berasal dari Kecamatan Bekasi Selatan, Jatiasih, Bantar Gebang, Bekasi Timur, Rawalumbu, dan Pondok Gede. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat sebagai bagian dari pembinaan dan pengembangan kemampuan pencak silat di lingkungan PERSINAS ASAD.
Ketua PERSINAS ASAD Kota Bekasi, H. Kusnaesi MS, mengatakan kegiatan pasanggiri tidak hanya bertujuan mengasah kemampuan teknik dan gerakan pencak silat, tetapi juga memperkuat hubungan persaudaraan antarpesilat.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana bagi para pesilat untuk saling mengenal, menjalin silaturahim, serta membangun keberanian dan rasa percaya diri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para pesilat semakin terampil dalam bela diri, memiliki keberanian untuk menghadapi situasi yang mengancam keselamatan diri, serta mampu membangun rasa percaya diri,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemampuan bela diri perlu diimbangi dengan sikap bijak dan tanggung jawab. Dengan demikian, ilmu pencak silat dapat digunakan untuk melindungi diri ketika menghadapi orang yang berniat jahat, bukan untuk menyakiti orang lain.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Dewan Pembina PERSINAS ASAD Kota Bekasi, H. Sumardi. Kehadiran jajaran pembina menjadi bentuk dukungan terhadap pembinaan pesilat putri dan pengembangan organisasi di tingkat daerah.
Melalui Pasanggiri Putri ini, PERSINAS ASAD Kota Bekasi berharap pembinaan pencak silat semakin berkembang, sekaligus melahirkan pesilat putri yang memiliki kemampuan bela diri, keberanian, rasa persaudaraan, dan karakter luhur.
Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menjaga semangat pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.





