BANDUNG – Pesilat PERSINAS ASAD Bandung Raya menunjukkan hasil positif dalam Bandung Open Tingkat Nasional 2026. Kontingen tersebut berhasil membawa pulang 47 medali dari kejuaraan yang digelar di GOR KONI Bandung pada 26-30 Agustus 2026.
Dari total 47 medali tersebut, PERSINAS ASAD Bandung Raya meraih 19 emas, 24 perak, dan 4 perunggu. Raihan ini menjadi gambaran hasil pembinaan pesilat yang dilakukan di sejumlah wilayah Bandung Raya.
Kontingen Bandung Raya dalam kejuaraan tersebut berasal dari beberapa daerah, di antaranya Kota Cimahi, Bandung Utara, Bandung Timur 1, Bandung Timur 2, dan Bandung Selatan 1.
ASAD BIBS Cimahi Sumbang 18 Medali
Salah satu pencapaian menonjol datang dari ASAD BIBS Kota Cimahi. Para pesilat tampil kompetitif pada kategori Pemula Pra Remaja dan Pemula Remaja dengan mengamankan 9 medali emas dan 9 medali perak.
Selain itu, satu medali perunggu juga berhasil diraih pada kategori Prestasi Remaja.
Pada kategori Pemula Remaja, delapan pesilat Cimahi berhasil mencapai podium tertinggi. Sementara tujuh pesilat lainnya harus puas membawa pulang medali perak.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan pembinaan pesilat usia muda yang dilakukan secara berkelanjutan.
Bandung Timur 2 Raih 17 Medali
Kontribusi besar lainnya datang dari Bandung Timur 2. Kontingen ini mengoleksi 17 medali, terdiri atas 9 emas, 6 perak, dan 2 perunggu.
Raihan tersebut menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi total perolehan medali PERSINAS ASAD Bandung Raya pada Bandung Open 2026.
Sementara itu, Bandung Utara menyumbangkan 4 medali perak. Bandung Timur 1 menambah 5 medali perak dalam perolehan kontingen Bandung Raya.
Adapun satu medali emas lainnya dipersembahkan Bandung Selatan 1 melalui pesilat Muhammad Sharkan Argana pada kategori Pemula Usia Dini 2.
Dengan tambahan tersebut, total perolehan PERSINAS ASAD Bandung Raya mencapai 19 medali emas, 24 perak, dan 4 perunggu atau 47 medali.
Jadi Evaluasi Pembinaan Pesilat Muda
Hasil di Bandung Open 2026 tidak hanya menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi pembinaan pesilat PERSINAS ASAD Bandung Raya.
Kejuaraan tingkat nasional tersebut memberikan kesempatan bagi para pesilat untuk mengukur kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding menghadapi peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Perolehan medali juga tidak lepas dari proses latihan, kedisiplinan, kerja keras pesilat, serta dukungan pelatih, pendamping, pembina, dan keluarga.
Banyaknya pesilat muda yang mampu menembus podium menjadi sinyal positif bagi proses regenerasi di tubuh PERSINAS ASAD Bandung Raya.
Dari berbagai padepokan, bibit-bibit pesilat potensial terus dipersiapkan. Mereka tidak hanya diarahkan untuk meraih prestasi dalam satu kejuaraan, tetapi juga diproyeksikan menjadi bagian dari kekuatan PERSINAS ASAD Jawa Barat pada berbagai ajang mendatang.





