Sumedang – Pengurus Provinsi (Pengprov) PERSINAS ASAD Jawa Barat resmi memulai langkah panjang menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032. Langkah ini diawali dengan menggelar Sosialisasi Seleksi Provinsi (Selekprov) 2026 yang berlangsung di Sekretariat Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Barat, Graha Aulia Jatinangor, Sumedang, pada Jumat (12/6/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh pengurus tingkat kota dan kabupaten, pelatih, hingga orang tua ini dilaksanakan secara hibrida melalui 60 titik Zoom yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat.
Ketua Pengprov PERSINAS ASAD Jawa Barat, Letkol (Purn.) H. Suparno, S.H, menegaskan bahwa pencapaian prestasi besar di PON 2032 harus dirintis sejak dini melalui ajang seperti O2SN, Porprov, dan pertandingan berjenjang lainnya. Ia mengingatkan kembali kesuksesan sebelumnya di mana dua pesilat ASAD Jabar berhasil menyumbangkan medali emas, sekaligus mengantarkan Provinsi Jawa Barat menjadi Juara Umum tiga kali berturut-turut.
“Ini merupakan program jangka panjang. Kami ingin para pesilat, orang tua, dan pelatih terus bersemangat, terutama dengan dukungan penuh dari para pembina dan pengurus,” ujar Suparno dalam arahannya.
Mencari ‘Kayu Jati’ Pencak Silat Dalam seleksi ini, Suparno mengibaratkan pencarian pesilat berkualitas seperti mencari kayu jati.
PERSINAS ASAD Jabar fokus menjaring pesilat yang memiliki kemampuan fisik dan teknik mumpuni dari berbagai aspek untuk dididik menjadi jawara di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Sistem seleksi ini pun akan diberlakukan secara ketat dengan skema promosi dan degradasi. Prosesnya dilakukan bertahap dan berjenjang setiap tahunnya.
Bagi para pesilat yang belum berhasil masuk dalam tim provinsi tahun ini, tetap diberikan kesempatan untuk mencoba kembali pada tahun berikutnya.
Peran Penting Orang Tua dan Pelatih Program pembinaan prestasi ini tidak hanya menitikberatkan pada latihan di gelanggang. Suparno meminta para pelatih untuk patuh pada panduan teknis yang telah disiapkan. Sementara itu, dukungan orang tua dianggap krusial dalam hal pengawasan pola hidup sehari-hari pesilat.
“Orang tua harus membantu memotivasi dan mengawasi, agar program pelatih berjalan efektif. Salah satunya pola hidup sehat; makan dan minum bergizi, serta memastikan pesilat tidak bergadang karena itu berdampak besar pada kondisi fisik mereka,” tegasnya.
Data yang diperoleh dari Selekprov ini akan menjadi baseline bagi Pengprov untuk menyusun program latihan terpusat, monitoring berkala, hingga evaluasi berkelanjutan demi mencapai prestasi tertinggi yang membanggakan PERSINAS ASAD dan Indonesia.





