Cibinong, Bogor – Semangat pencarian ilmu tidak mengenal batas negara. Hal ini ditunjukkan oleh Wail Sayyid bin Muhammad, seorang praktisi bela diri yang datang dari Prancis untuk mendalami seni bela diri pencak silat langsung di tanah kelahirannya, Indonesia.
Kegiatan pembelajaran dan pelatihan berlangsung di Pondok Schooling Darul Hanafi, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis hingga Sabtu, 21–23 Mei 2026. Selama mengikuti program tersebut, Wail Sayyid bin Muhammad mendapatkan bimbingan langsung dari Coach Wage sebagai pelatih utama, didampingi oleh Asisten Coach Royan.
Kedatangan Wail ke Indonesia merupakan bagian dari misi Indonesia Tour Silat, sebuah perjalanan khusus untuk mempelajari pencak silat secara lebih mendalam sekaligus mengunjungi berbagai perguruan silat besar di Indonesia. Selain memperkaya wawasan dan pengalaman dalam dunia bela diri, ia juga mendapat amanah dari gurunya di Prancis untuk mencari dan mempelajari berbagai jenis senjata tradisional yang digunakan dalam pencak silat.
Menurut informasi yang diperoleh, dari sekian banyak perguruan yang menjadi tujuan kunjungannya, Wail Sayyid berkesempatan mendatangi PERSINAS ASAD Surabaya dan PERSINAS ASAD Kabupaten Bogor. Kunjungan ke Kabupaten Bogor juga tidak lepas dari keinginannya untuk bertemu langsung dengan Coach Wage yang selama ini diikutinya melalui media sosial. Sebagai salah satu pengikut (follower) Coach Wage, Wail berharap dapat belajar dan berguru secara langsung guna memperdalam pemahaman tentang teknik, filosofi, dan budaya pencak silat.
Menariknya, pencak silat merupakan seni bela diri kesembilan yang dipelajari oleh Wail. Meski telah mempelajari berbagai jenis bela diri sebelumnya, ia mengaku memiliki ketertarikan yang sangat besar terhadap pencak silat. Menurutnya, silat tidak hanya mengajarkan teknik pertahanan diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, adab, dan spiritualitas yang menjadi keunikan tersendiri dibandingkan bela diri lainnya.
Selama tiga hari pelatihan, Wail mengikuti berbagai materi dasar dan lanjutan, mulai dari teknik gerak, jurus, aplikasi bela diri, hingga pengenalan senjata tradisional silat. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat, persaudaraan, dan pertukaran budaya yang positif.
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pencak silat semakin mendapat perhatian dunia internasional. Kehadiran Wail bin Muhammad di Kabupaten Bogor diharapkan dapat menjadi jembatan persahabatan antarbangsa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur pencak silat Indonesia kepada masyarakat global.
Dengan semakin banyaknya praktisi mancanegara yang tertarik mempelajari pencak silat, diharapkan warisan budaya bangsa ini terus berkembang dan semakin dikenal sebagai seni bela diri yang kaya akan filosofi, tradisi, serta karakter pembentukan akhlak yang kuat.






